My Hubby and I

My Hubby and I
the Love Shadow

Jumat, 18 Februari 2011

Menangis Sesaat

Kurang lebih dua minggu lagi.
Kadang ada rasa keraguan yang muncul dari dalam diriku serta rasa bingung mau berbuat apa. Sampai-sampai makan tak kenyang tidur pun tak nyenyak. Rasanya semua yang sudah dipersiapkan dengan matang jauh-jauh hari tiba-tiba hilang "blash" begitu saja. Blenk.
Entah apa yang harus kulakukan sekarang. Entah sudah berapa banyak persiapan yang sudah rampung dan entah berapa banyak yang belum direalisasikan. Dan semua itu membuat was-was sampai ke ubun-ubun.
Amnesia pun melanda.

Semua yang telah direncanakan manusia dengan matang sekalipun tidak akan terealisasi tanpa kehendak-Nya. Semua sudah ada takdirnya. Tinggal bagaimana kita sebagai manusia berusaha agar semua cita-cita dapat tercapai.
Rezeki, jodoh, kematian, semua sudah ada suratannya. Kapan dan dimana itulah yang selalu menjadi tanda tanya besar. Rahasia Illahi. Berusaha dan berdoa itulah kuncinya.

Sampai pada sebuah kisah kehidupan. Ketika aku merasa harus bahagia atau sedih. Aku tak pernah menghitung seberapa seringkah aku menangis untuk bahagia ataupun untuk merasakan kesedihan yang begitu perih sekalipun. Yang selalu aku ingat hanyalah aku menangis untuk selalu membuat diriku merasa lebih baik bukan untuk menarik perhatian atau menampakkan kecengengan. Itulah wanita.

Dan kali ini aku menangis karena aku harus menangis. Aku selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Sedikit demi sedikit aku mulai membuang semua sifat dan perilakuku yang tidak disukai Hubby ku. Setidaknya aku berusaha. Namun tidak jarang rasa egoisku kumat dan muncul pertanyaan yang sampai sekarang selalu membuatku merasa sangat jahat. " Kenapa selalu harus aku yang berubah?" atau "Tidak bisakah kau lihat dirimu terlebih dahulu sebelum kau menyuruhku berubah?"
Memang seperti itulah manusia. Untuk kesekian kalinya aku berpikir dan kemudian tersadar bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna.
Maka rubahlah diri kita sendiri untuk jadi sempurna setidaknya untuk diri kita sendiri.

1 komentar:

Fitrya Siswan mengatakan...

wiieee,,,,,,,mellow naah jdi naa..