Memperbaiki Proses Pengambilan Keputusan : Menggunakan Spreadsheet untuk Memilih Pemasok
Sumber : (Textbook : SIM Edisi 10 Hal 82-83 Pengarang : Laudon)
Siapkan rekomendasi mengenai bagaimana kita dapat menggunakan data pada basis data spreadsheet ini untuk meningkatkan keputusan kita tentang pemilihan pemasok.
Untuk kasus ini, kita mempertimbangkan dua kriteria berikut:
1. Catatan pemasok untuk pengantaran tepat waktu 2. Persyaratan utang terbaik
Tugas : Siapkan rekomendasinya dan laporan pendukung rekomendasi Anda (spreadsheet)
THanks to God, Allah SWT....yanG teLah melimPahkan seGala Rahmat & HidaYah, serta seLalu meLindunGiku daRi segaLa ehm.......ya..yaNg dari segaLa yAng buRuk-Buruk....
tO my ParenTs yaNg seLalu mendukunGku daLam segaLa haL.....
To mY friends yanG seLalu menGganGGuku...(hehehehe,,b'canda cuy!!!)..
Sistem informasi dikembangkan untuk tujuan yang berbeda-beda, tergantung pada kebutuhan bisnis. Sistem informasi dapat dibagi menjadi beberapa bagian :
1. Transaction Processing Systems (TPS) TPS adalah sistem informasi yang terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar untuk transaksi bisnis rutin seperti daftar gaji dan inventarisasi. TPS berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal. Data yang dihasilkan oleh TPS dapat dilihat atau digunakan oleh manajer. 2. Office Automation Systems (OAS) dan Knowledge Work Systems (KWS) OAS dan KWS bekerja pada level knowledge. OAS mendukung pekerja data, yang biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis informasi sedemikian rupa untuk mentransformasikan data atau memanipulasikannya dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek OAS seperti word processing, spreadsheets, electronic scheduling, dan komunikasi melalui voice mail, email dan video conferencing. KWS mendukung para pekerja profesional seperti ilmuwan, insinyur dan doktor dengan membantu menciptakan pengetahuan baru dan memungkinkan mereka mengkontribusikannya ke organisasi atau masyarakat.
3. Sistem Informasi Manajemen (SIM) SIM tidak menggantikan TPS , tetapi mendukung spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari TPS, termasuk analisis keputusan dan pembuat keputusan. SIM menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis data).
4. Decision Support Systems (DSS) DSS hampir sama dengan SIM karena menggunakan basis data sebagai sumber data. DSS bermula dari SIM karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
5. Sistem Ahli/Sistem Pakar (Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) AI dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua cara untuk melakukan riset AI adalah memahami bahasa alamiahnya dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran AI untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis. Sistem ahli (juga disebut knowledge-based systems) secara efektif menangkap dan menggunakan pengetahuan seorang ahli untuk menyelesaikan masalah yang dialami dalam suatu organisasi. Berbeda dengan DSS, DSS meningalkan keputusan terakhir bagi pembuat keputusan sedangkan sistem ahli menyeleksi solusi terbaik terhadap suatu masalah khusus. Komponen dasar sistem ahli adalah knowledge-base yaikni suatu mesin interferensi yang menghubungkan pengguna dengan sistem melalui pengolahan pertanyaan lewat bahasa terstruktur dan anatarmuka pengguna.
6. Group Decision Support Systems (GDSS) dan Computer-Support Collaborative Work Systems (CSCW) Bila kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur dan tak terstruktur, maka group Decision support systems membuat suatu solusi. GDSS dimaksudkan untuk membawa kelompok bersama-sama menyelesaikan masalah dengan memberi bantuan dalam bentuk pendapat, kuesioner, konsultasi dan skenario. Kadang-kadang GDSS disebut dengan CSCW yang mencakup pendukung perangkat lunak yang disebut dengan “groupware” untuk kolaborasi tim melalui komputer yang terhubung dengan jaringan.
7. Executive Support Systems (ESS) ESS tergantung pada informasi yang dihasilkan TPS dan SIM dan ESS membantu eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses seperti kantor.
Dalam sebuah proses bisnis terdapat orang-orang, keahlian, dan tingkatan yang berbeda pada organisasi, sehingga menghasilkan jenis-jenis sistem yang berbeda-beda pula. Tidak ada sistem tunggal yang dapat menyediakan seluruh informasi yang dibutuhkan sebuah organisasi. Perusahaan besar, menengah, maupun kecil memiliki kumpulan sistem yang berbeda. Sulit untuk mengerti seluruh sistem yang berbeda pada bisnis, dan lebih sulit lagi untuk mengerti bagaimana berbagai sistem tersebut berhubungan satu sama lain.
Situasi rumit ini dapat digambarkan dengan melihat pada seluruh sistem yang berbeda ini dan sudut pandang pilihan yang mengenali sistem sebagai kelompok organisasi utama yang dilayaninya.
SISTEM DARI SUDUT PANDANG KONSTITUEN
Setiap tingkatan memiliki kebutuhan informasi yang bebrbeda sesuai dengan tanggung jawab yang berbeda, dan masing-masing dapat dilihat sebagai pilihan informasi utama.
Sistem Pemrosesan Transaksi
Manajer operasional membutuhkan sistem yang menyimpan catatan aktivitas dasar dan transaksi organisasi, seperti penjualan, penerimaan, penyimpanan kas, penggajian, keputusan kredit, dan arus bahan baku di pabrik. Sistem pemrosesan transaksi (transaction processing system – TPS) menyediakan jenis informasi ini. Sebuah sistem pemrosesan transaksi adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan dan mencatat transaksi rutin harian yang diperlukan untuk menjalankan bisnis, seperti memasukkan pesanan penjualan, pemesanan hotel, penggajian karyawan, dan pengiriman.
Tujuan utama dari sistem tingkat ini adalah untuk menjawab pertanyaan rutin dan untuk melacak arus transaksi yang melalui organisasi.
Sistem pemrosesan transaksi sering kali sangat penting bagi bisnis sehingga kegagalan TPS selama beberapa jam dapat mengakibatkan kejatuhan perusahaan dan mungkin perusahaan lain yang terhubung dengannya.
Sistem Informasi Manajemen dan Sistem Pendukung Keputusan
Istilah sistem informasi manajemen – SIM (management information system – MIS) juga merancang kategori khusus sistem informasi yang melayani manjemen tingkat menengah. Informasi ini digunakan untuk mengawasi dan mengendalikan bisnis dan memprediksi kinerja di masa depan.
Sistem pendukung keputusan (decicion support system – DSS) menunjang pembuatan keputusan yang tidak rutin untuk manajemen tingkat menengah. Sistem ini berfokus pada masalah yang unik dan cepat berubah, di mana prosedur untuk mendapatkan solusi belum tentu ditentukan sebelumnya.
Sistem Pendukung Eksekutif
Sistem pendukung eksekutif (executive support system – ESS) membantu manajemen senior membuat keputusan ini. ESS menangani keputusan tidak rutin yang membutuhkan penilaian, evaluasi, dan pendekatan karena tidak terdapat prosedur yang disetujui untuk mencapai solusi. ESS menyediakan perhitungan umum dan kepastian komunikasi yang dapat diterapkan pada berbagai perubahan masalah.
HUBUNGAN ANTARSISTEM
Sistem-sistem yang telah digambarkan sebaiknya saling terkait. TPS umumya merupakan sumber data utama untuk ssistem-sistem lainnya, di mana ESS terutama menjadi penerima data dari sistem dengan tingkatan yang lebih rendah. Jenis sistem lainnya dapat bertukar data satu sama lain. Data juga dapat dipertukarkan di antara sistem-sistem yang melayani area fungsional yang berbeda.